Please wait...

Menuju IBF 2020

Dunia ilmu pengetahuan dan teknologi terus berkembang secara signifikan diabad ke-21 ini. Dampak dari perkembangan itu membuat berbagai bidang harus memacu diri untuk bertahan dan mengikuti perkembangan tersebut. Demikian pula dengan sumber daya manusianya. Mereka yang tak mampu bertahandan mengikuti perkembangan ini akan tergilas oleh zaman dan waktu.

Jauh sebelum perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dewasa ini, berpuluh-puluh abad silam ulama dan ilmuwan muslim mampu menerjemahkan sekaligusmengaplikasikan nash-nash yang terkandung dalam Al-Quran maupun hadis Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam (SAW) dalam wujud pemahaman yangmumpuni. Ibnu Sina atau di kalangan orang-orang Barat dikenal dengan nama Avicenna (980-1037 M), mampu merumuskan ilmu kedokteran. Bahkan, Ibnu Sina dikenal sebagai Bapak Pengobatan Modern Dunia.

Juga ada nama Al-Khawarizmi. Ilmuwan yang bernama lengkap Muhammad binMūsā al-Khawārizmī (780-850 M) dikenal sebagai seorang seorang ahli ilmumatematika, astronomi, astrologi, dan geografi. Al-Khawarizmi pula yang merumuskan teori Al-Jabar, melalui solusi sistematik dari linear dan notasi kuadrat, dan Al-Khawarizmi dikenal pula sebagai ilmuwan penemu angka nol (0).

Selain nama Al-Khawarizmi, ada pula tokoh ilmuwan muslim lainnya yang fenomenal,yakni Umar Khayyam (1048 – 1131M). Ilmuwan ini asal Nishapur, Iran, ini dikenal pula sebagai tokoh matematika dan ahli astronomi. Ia pula yang mengoreksi kalender Persia.

Banyak tokoh-tokoh muslim kenamaan lainnya yang begitu mengagumkan. Tidak hanya nama mereka harum semerbak di dunia Islam tetapi juga di kalangan ilmuwan Barat. Sebut saja di antaranya Ibnu Ar-Razi, Ibnu Khaldun, Ibnu Rusyd (Averroes), AlFarabi, Al-Batani, Abu Musa Jabir al-Hayyan, Abu Raihan al-Biruni, Nasiruddin at-Tusi,Imam Al-Ghazali, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Para ilmuwan muslim ini mampu menunjukkan kepada dunia bahwa umat Islam itu hebat dan luar biasa. Tak hanya itu, ajaran Islam itu sangat luar biasa. Al-Quran sebagai kitab suci, mampu menjadi pedoman untuk mengungkap berbagai ilmu pengetahuan.Karenanya, ajaran Islam dan munculnya para tokoh-tokoh ilmuwan Muslim itu bagaikan suluh atau cahaya bagi umat. Ini sejalan dengan hadis Nabi Muhammad SAW yang menyatakan bahwa ilmu itu adalah cahaya. Cahaya bagi dunia, cahaya bagibangsa, cahaya bagi umat.

Di Indonesia pun demikian. Kalangan intelektual Muslim mampu menunjukkan kiprahnya bagi kemajuan bangsa. Ada Bung Karno, Bung Hatta, ada Buya Hamka, KH.Hasyim Asy'ari, KH. Ahmad Dahlan, KH. Cholil Bangkalan, KH. Mas Mansur, Ki HajarDewantara, Muhammad Natsir, KH. Agus Salim, KH. Samanhudi, dan lainnya. Mereka semua mampu menggerakkan umat untuk bangkit. Bangkit dari kebodohan, bangkit dari ketertindasan, dan bangkit dari ketertinggalan.

Berkenaan dengan itu pula, Islamic Book Fair (IBF) yang ke-19 dan diselenggarakan oleh Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) DKI Jakarta pada 26 Februari hingga 1 Maret 2020 mendatang di Jakarta Convention Center (JCC), diharapkan mampu menjadi cahaya bagi umat, cahaya bagi negeri, cahaya bagi kemajuan dan kejayaan bangsa. Sebab, melalui pameran buku-buku Islam karya intelektual Muslim, baik zaman era keemasan hingga terkini, dipamerkan di ajang IBF 2020 nanti. Tak hanya dari kalangan penerbit, peserta pameran pun juga datang dari dunia fashion, perbankan, asuransi, properti, dan pendukung lainnya.

Demikian pula dengan pengunjung pameran, tak hanya berasal dari Jakarta, tetapi juga dari luar kota, bahkan hingga dari mancanegara, seperti Brunei Darussalam,Malaysia, Singapura, Arab Saudi, Thailand, dan lainnya. Keikut sertaanpeserta, kehadiran pengunjung, dan kemeriahan acara, serta buku-buku dan barang-barang yang dipamerkan, maka Islamic Book Fair (IBF) senantiasa menjadi destinasi wisata dan agenda rutin bagi kalangan pelajar, sekolah, pesantren, kampus, hinggapara intelektual.

Maka melalui Islamic Book Fair (IBF) 2020 yang mengangkat tema: Literasi Islam;Cahaya untuk Negeri (Literacy of Islam, Br19ht the Nations), diharapkan bangkitnya kembali ilmuwan islam, melalui karya-karya mereka yang mampu menerangi danmenjadi cahaya bagi umat, bangsa, dan negara. Aamiin.

 

Target IBF 2020
Demi kelancaran penyelenggaran Islamic Book Fair (IBF) 2020, panitia penyelenggara menargetkan:

  1. Terisinya semua stan penerbit dan nonpenerbit (multiproduk) dalam memajangdan memasarkan produknya kepada masyarakat, khususnya pengunjung IslamicBook Fair (IBF) 2020. Ada sekitar 300 stan yang disediakan panitia dalammemeriahkan penyelenggaraan Islamic Book Fair (IBF) 2020.
  2. Menampilkan acara yang menarik, Islami dan edukatif, sehingga mampu menarikpengunjung.
  3. Diikuti oleh berbagai penerbit yang menampilkan beragam jenis buku, danberbagai perusahaan yang memamerkan multiproduk yang Islami.
  4. Kegiatan pameran terpublikasi secara luas melalui berbagai media promosi, baikcetak, online, elektronik (TV dan radio), serta media sosial.
  5. Menghadirkan suasana pameran yang nyaman, aman, dan menyenangkan sesuaidengan target pasar yang dibidik.
  6. Tersedia sarana pendukung yang nyaman, cukup luas (seperti: sarana ibadah,foodcourt halal).

 

Bentuk - Bentuk Kegiatan

  1. Pameran dan penjualan produk-produk penerbit buku Islam dalam dan luarnegeri, produk penunjang dan aksesoris Islami, lembaga pendidikan Islam,lembaga keuangan syariah, lembaga amil zakat, lembaga sosial, dan produk halal.
     
  2. Rangkaian acara IBF 2020 terdiri atas: bedah buku, kontak bisnis, jumpa tokohnasional dan internasional, seminar, talkshow, lomba-lomba, dan acara lainnyayang dikemas dengan pendekatan edutainment
  3. Penganugerahan Islamic Book Award kepada insan perbukuan Islam Indonesia.
  4. Tablik Akbar dan Kajian Keislaman *)