Please wait...

Menuju IBF 2019

Kebangkitan dan kemunduran sebuah peradaban sangat ditentukan oleh kemajuan atau kemunduran ilmu pengetahuan. Kalau sebuah bangsa peduli pada ilmu pengetahuan, maka peradaban bangsa itu juga akan semakin maju, dan sebaliknya bila kurang memperhatikan ilmu pengetahuan, maka peradaban bangsa itu pun akan mengalami kemunduran.

Tengoklah saat Kekhalifahan Abbasiyah berjaya, banyak lahir cendikiawan muslim. Sebut saja pakar matematika Al-Khawarizmi, filsuf kenamaan Ibnu Rusyd dan Al-Ghazali, atau ahli kedokteran Ibnu Sina. Kekhalifahan ini mampu membangun peradaban hingga ke puncak kejayaan, karena kedisiplinannya pada ilmu pengetahuan. Dan dasar dari ilmu pengetahuan adalah literasi.

Membaca memang akar dari literasi. Tanpa membaca, kita tergagap-gagap memahami dunia. Sayangnya hanya ada 1 dari 1.000 orang Indonesia yang membaca buku secara rutin. Ini pekerjaan rumah yang cukup besar bagi sebuah bangsa dengan pemeluk Agama Islam terbesar di dunia. Dan hebohnya hoax adalah bukti umat ini tidak punya kemampuan saring sebelum sharing. Bukti pendeknya pikiran dan dangkalnya pemahaman.

Dengan konteks itu, jika Islam hendak meraih kejayaannya, maka suka tidak suka kita harus memperkuat kemampuan literasi setiap individu dari umat Islam Indonesia. Tanpa kemampuan literasi yang baik, tidak akan lahir individu-individu hebat. Itulah sebabnya, Islamic Book Fair (IBF) tahun 2019 yang akan berlangsung pada tanggal 27 Feb - 3 Maret 2019 mengusung tema “Meraih Kejayaan Islam Melalui Literasi”. Tema ini dipilih karena di era informasi yang begitu melimpah, dibutuhkan kecerdasaan literasi untuk memilah manainformasi yang mencerahkan mana yang sekedar sampah. Dan perhelatan IBF 2019 diharapkan akan mampu menjadi pemantik bagi lahirnya calon pemimpin umat Islam Indonesia dimasa depan.
 

Target IBF 2019

  1. Terisinya semua stan yang dibangun dengan produk buku dan multi produk.
  2. Menampilkan acara yang menarik, Islami dan edukatif, sehingga mampu menarik  pengunjung.Selama  5  hari  pameran  mampu  mendatangkan  pengunjung setidaknya  sebanyak banyaknya.
  3. Selama  5  hari  pameran  mampu  mendatangkan  pengunjung  sebanyak  banyaknya minimal 250.000 orang
  4. Diikuti oleh berbagai penerbit yang menampilkan beragam jenis buku, dan berbagai perusahaan yang memamerkan multi produk. Kegiatan pameran terpromosikan dan terpublikasi secara luas melalui berbagai media promosi, baik cetak, online, maupun media elektronik.
  5. Menghadirkan  arena  pameran  yang  nyaman  sesuai  dengan  target  pasar  yang dibidik.
  6. Tersedia  sarana  pendukung  yang  nyaman,  cukup  luas  (seperti:  sarana  ibadah,foodcourt halal, dll) 

 

Bentuk - Bentuk Kegiatan

  1. Pameran dan penjualan produk-produk penerbit buku Islam dalam dan luar negeri, produk penunjang dan aksesoris Islami, lembaga pendidikan Islam, lembaga keuangan, lembaga amil zakat, lembaga sosial dan produk halal.
     
  2. Rangkaian acara yang terdiri atas: bedah buku, kontak bisnis, jumpa tokoh nasional dan internasional, seminar, talkshow, lomba-lomba, dan acara lainnya yang dikemas dengan pendekatan edutainment
  3. Penganugerahan Islamic Book Award 2019 kepada insan perbukuan Islam Indonesia